Minggu, 27 Oktober 2024

Komunikasi yang Baik

Saat Rhoma Irama membawakan, katakanlah, 900 lagu-lagunya maka sejatinya ia telah menyampaikan perasaannya dan seakan mewakili apa yang di hati penikmat lagunya. Orang jadi terhibur.  Lagu-lagunya pun banyak yang menyentuh pikiran penggemarnya. Kita tak menolak bahwa lagu-lagu Pak Haji sarat dengan pesan-pesan yang tersurat dan tersirat. Misalnya,  sebagian lagunya kemudian  dikompilasi dalam album Nada dan Dakwah.

Ada pula tak sedikit kelompok-kelompok musik lainnya yang menyampaikan pesan-pesan religi, kritik sosial, semangat juang dan sebagainya. Itu artinya musik adalah alat komunikasi. Syair-syair yang berisi pesan dilagukan dan diiringi permainan instrumen atau alat musik. Penggunaan alat, cara dan gaya memainkan alat musik serta bagaimana olah vokal melagukannya melahirkan berbagai genre musik.

Seorang teman pelukis juga suka menyampaikan bahwa ada yang berkreasi, melukis, hanya sekedar mengekspresikan keindahan. Sementara ada pula yang melukis dengan niat atau sengaja menitipkan pesan-pesan pada goresan di kanvasnya. Ia jelaskan bahwa ada dua madzab atau aliran seni yaitu pandangan seni untuk seni, serta seni untuk masyarakat. Aliran yang kedua itulah yang suka menyampaikan pesan di balik lukisannya. 

Karya budaya lainnya yang berbentuk drama, sandiwara, film, ludruk, ketoprak, lenong dan betbagai macam seni peran lainnya seringkali tak semata-mata asal main atau hiburan. Acapkali tema cerita yang dipilih adalah berdasarkan tujuan tertentu. Mereka mengkomunikasikan suatu pesan atau membawa misi tertentu. Proporsi bobot sebagai hiburan merupakan pilihan. 

Barangkali setiap orang itu fitrahnya ingin dan membutuhkan komunikasi dengan sesama. Yang sering dipahami tentu dua cara berkomunikasi, yakni secara lisan dan dengan tulisan.

Kemudian ada yang bilang ada komunikasi dengan  bahasa isyarat. Untuk saudara-saudara kita dengan kondisi atau pada situasi tertentu, maka yang dilakukan adalah komunikasi dengan bahasa isyarat. 

Terlepas apapun bentuk komunikasinya, yang efektif dan menghasilkan kebaikan adalah komunikasi yang dilakukan dengan niat baik dan dengan cara yang sungguh-sungguh atau sebaik-baiknya. Demikian.

_______ 

Lamongan, 27 Oktober 2024

Senin, 21 Oktober 2024

Makan Siang Makan Bergizi Gratis Program Prabowo




Yang paling diingat dari janji kampanye Prabowo adalah program makan siang gratis. Agar sesuai kondisi, itu kemudian diganti menjadi makan bergizi gratis (MBG). Mantan Danjen Kopassus ini, saat masih aktif di militer, pernah berkunjung di sebuah kesatuan dan mendapati makanan para prajurit yang dinilainya sederhana, kurang layak untuk para satria pembela negara.

Prajurit harus punya fisik yang kuat dan akal yang cerdas. Bagaimana dapat diharapkan jika kwalitas makanannya tidak baik? Kira-kira demikian yang pemikiranya. Mulai saat itu juga menu makanan tentara.ditingkatkan. Apa hal ini yang menginspirasi?

Menurut adiknya, Hashim Djojkhadikusumo, tahun 2006 Prabowo melihat data tingginya angka stunting, anak-anak Indonesia yang kurang gizi. Bagaimana hidup mereka kelak bila kondisi seperti ini tidak tertangani. Masalah yang mendasar, soal pangan, cukup menyentuh hati dan menjadi pikiran seorang militer yang kemudian beralih hidup sebagai orang sipil dan mendirikan Partai Gerindra ini. 

Prabowo Subianto yang dikenal apa adanya dalam bersikap ini tampaknya masih melihat banyak masyarakat yang kurang makan. Secara umum mungkin tidak kelaparan tetapi kwalitas makanannya yang kurang, kurang bergizi. You are what you eat di antaranya mengandung pengertian betapa makanan itu berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Tentu itu tidak sebatas berwujud menjadi kurus atau gemuk badannya,  tetapi tak kalah penting yakni  efek kwalitas berpikir dan kehidupan yang sehat secara substansi.

Pada pidato perdananya setelah dilantik, Prabowo begitu berapi-api mengungkapkan semangatnya untuk bekerja memimpin bangsa dan negara.  Idealis sekali yang disampaikannya dan memang tentang apa yang dihadapi serta yang menjadi harapan bersama. Amat mendasar, bagaimana wong cilik iso gemuyu, bagaimana rakyat kecil dapat tertawa, bahagia. Oleh karena itu sejak kampanye ia ingin memberi makan gratis kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, di antaranya para siswa sekolah dan para ibu hamil.

Rupanya dalam.pandangannya, Indonesia masih menghadapi persoalan mendasar, yakni pangan. Jenderal yang 'kutu buku' suka membaca dan punya koleksi bacaan yang banyak ini barangkali  sepakat dengan pendapat ilmuwan Gunnar Myrdal bahwa penduduk Asia Selatan umumnya kurang makan. Maka sementara pernah disebut terbelakang. 

Dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil makmur, gemah ripah loh jinawe, tata tentrem kerta raharja, baldatun thayyibatun warabbun ghafur,  ditargetkan sekitar 4 tahun mendatang negeri ini harus mampu swasembada pangan. 

Akankah di bawah kepemimpinannya bangsa ini akan dapat makan yang bergizi dan melahirkan generasu sehat, kuat dan berkwalitas? Tentu jawabnya: semoga.

_______ 

Lsmongan, 21 Oktober 2024


Sabtu, 19 Oktober 2024

Siswa SMP yang Nakal Tak Beradab Itu Ternyata Yatim Piatu


Video kejadian setahun lalu viral sekarang, entahlah. Seorang siswa SMP begitu emosional saat ditanya tugasnya oleh seorang Bu Guru. Berbagai tanggapan sewaktu video itu beredar di medsos termasuk di WAG-WAG guru. Memirsa perilaku anak yang dinilai tak beradab itu banyak yang gemas. Seandainya menjadi guru dari anak itu, yakin tak dapat bersabar. 

Bila kita memosisikan diri kita sebagaimana adanya sekarang, sebagai pemirsa yang menyaksikan video itu, baiknya tak otomatis terpancing. Tidak seperti penonton bola lewat tv atau video yang suka teriak-teriak atau bahkan mencak-mencak jika kecewa atau tidak puas he he. Kita harusnya memirsa dan simak hingga selesai. Bila melihat sepenggal saja, atau dipotong, maka tanggapan yang muncul cenderung kurang tepat. 

Penulis ketika menyaksikan video tersebut di medsos fb, ternyata yang ditampilkan tidak menyeluruh. Begitu pun kali kedua di salah satu WAG guru, video tidak lengkap, hanya sebagian. Untungnya penulis berkonentar di keduanya secara positif saja. Penulis sekedar mengingatkan bahwa latar belakang siswa itu beragam. Maksudnya, tidak semua siswa itu dari keluarga baik-baik atau keluarga yang normal-normal saja. 

Mungkin umumnya siswa dari keluarga yang cukup, meski tidak kaya, minimal mampu untuk memperhatikan dan membiayai sekolah anaknya. Di rumah si anak mempunyai ayah dan ibu. Namun kenyataannya ada anak yang punya ayah ibu tetapi mereka tinggal tidak seruma,  karena bekerja di tempat jauh. Si anak tinggal bersama nenek atau bibinya. 

Ada pula di antara para siswa anak-anak yang tidak punya orang tua 'genap'. Tak sedikit siswa yang berasal dari keluarga yang bercerai, broken home. Ada yang ikut ibunya, ada yang ikut bapaknya, ada pula yang lalu diasuh tidak keduanya tetapi ikut neneknya, misalnya.

Di antara siswa tentu ada yang yatim, piatu, atau yatim piatu, kedua orang tuanya telah meninggal. Ada yang ikut saudaranya yang dewasa, atau ikut neneknya, ikut bibinya, diasuh orang lain, atau tinggal di panti asuhan atau pondok pesantren.

 Demikian beragam kehidupan siswa di luar sekolah, di keluarganya, dari sisi kebaradaan orang tua. Belum lagi bila melihat siswa dari kemampuan ekonomi keluarga, tingkat pendidikan orang tua, lingkungan sosial yang melingkupinya, serta kebiasaan yang dilakukannya. Cukup kompleks hal yang terkait siswa. 

Seorang guru tak selalu hapal seluruh latar belakang siswanya yang berjumlah puluhan hingga ratusan. Nanun setidaknya, data-data umum baiknya diketahui. Siapa saja siswa yang menonjol, berpotensi berprestasi, berpotensi bermasalah, atau juga yang dari keluarga terpandang. Siapa siswa yang dari keluarga miskin atau kurang mampu, dari keluarga broken home, atau yang yatim, piatu, atau bahkan yatim piatu. 

Siapa siswa yang rumahnya jauh, atau kost, atau yang tinggal tidak dengan orang tua, atau di panti asuhan, atau di pondok pesantren, atau mungkin tinggal di rumah sendirian. Semua hal yang terkait hidup dan keseharian siswa tentu berpengaruh terhadap sikap dan perilaku atau kepribadian siswa. Siswa tampak baik dan buruk tentu bukan hal yang tak terkait dengan keadaan dan pengalaman hidupnya.

Melihat video kejadian setahun lalu di Pasuruan itu memantik banyak tanggapan. Penulis kaget ketika melihat video dengan durasi lebih panjang. Saat disinggung orang tua, dari si anak terlontar bahwa ia yatim. Lalu sewaktu ditanya tentang ibunya, ia mengucap yatim piatu. Asytaghfirullah. Memang tak semua anak yatim begini, tetapi yang jelas anak yatim apalagi yatim piatu adalah anak yang membutuhkan kasih sayang, perhatian. 

Tentu merupakan tugas guru bila menuntut siswanya mengerjakan tugas belajar. Kita pun tak boleh mudah menganggap nakal, salah, langsung ingin menghukum, anak yang bersikap dan berperilaku yang tak sepatutnya. 

Bila kita telah coba membayangkan andai jadi gurunya, kita pun hendaknya coba membayangkan andai kita yang mengalami jadi anak yatim atau bahkan yatim piatu sepertinya. Atau bila yang seperti dia adalah anak kita, atau keponakan, adik dan yang lainnya yang kita sayang.

Artis Shahnaz Haque dalam sebuah video narasi mengingatkan agar guru menemukan kunci untuk membuka hati siswanya. 

_______ 

Lamongan, 19 Oktober 2024


Kamis, 17 Oktober 2024

Bukan Guru yang Memintarkan, Bukan Dokter yang Menyembuhkan




Bukan guru yang memintarkan murid. Guru mengajar mudah atau susah tergantung input proses penerimaan siswa. Ada yang dari rumah membawa potensi lamban, ada pula yang cerdas, bahkan bisa jadi ada yang lebih berpotensi dari dirinya. Paling tidak itu mungkin terbukti saat dewasanya kelak. 

Bukan dokter yang menyembuhkan. Nyatanya, tak jarang kita dengar ada dokter yang menderita penyakit tertentu. Bukan orang tua yang menghidupkan. Si ayah dan ibu pun tak dapat jamin keselamatan keluarga dan diri sendiri.

 Bukan Nabi yang memberi petunjuk. Bahkan Rasulullah Muhammad shalallaahu 'alayhi wasallam sebetulnya menginginkan sang paman, Abi Thalib, agar beriman. 

Tentara pun bisa saja dijambret. Kantor polisi pun dapat kemalingan. Aparat keamanan juga tak luput pernah mengalami gangguan kejahatan. 

Di pondok pun ada kejadian kemaksiatan. Berita kasus asusila atau kekerasan, bullying, di pesantren terdengar tidak nembahagiakan, tetapi kejadian kasuistis itu dapat dilakukan oknum tertentu. 

Di departemen agama terjadi korupsi. Maka tak hanya white collar crime yang diartikan penjahat kerah putih, penjahat berdasi, namun yang berkopyah pun dapat melakukan penyimpangan. 

Di dunia pendidikan terjadi praktik ketidakjujuran. Demi prestasi, upaya yang tak sesuai akal sehat dipraktikkan pihak sekolah.

Ada ironi lainnya. Orang pandai, sarjana, perwira atau yang lebih tinggi, justru merendah, menghamba pada dukun yang disebut orang pintar. Pengusaha kaya masih saja curang mencari laba, lebih serakah dari pada yang masih kelaparan. 

Yang berkedudukan tinggi malah ketakutan akan nasib diri dan keluarga, alih-alih mengayomi dan melindungi sesama. Yang tinggal di perkotaan merindukan makanan dan suasana tradisional. Yang berada di negeri maju justru menikmati peradaban jahili, menanggalkan pakaian bugil telanjang. Sikap rasional dicampur klenik dan mistis. 

The last but not the least, ada pernyataan yang menarik dicermati.  Yang disebut kebenaran baru adalah tidak berdasar data, fakta, tetapi berdasar persepsi. Kita boleh menduga bahwa, pemikiran ini mirip orang jahiliyah yang lebih percaya anggapan, angan-angan atau tahayul dari pada menggunakan akal sehat. 

Mereka lebih mengagungkan patung, ruh orang mati, dari pada Tuhan Pencipta segala ruh serta seluruh alam.  Berpikir yang masuk akal itu sebenarnya justru yang sederhana dan tak susah dipahami.  

_______ 

Lamongan 17 Okt. 2024

Minggu, 13 Oktober 2024

Memberi Petunjuk itu Hak Allah Saja, Catatan dari Kasus Murtad Dahlan Iskan


Ketika publik mengetahui Dahlan Iskan melakukan ritual agama Budha, ada pula pidatonya bahwa ia aktivis Budha Seci, maka ia pun dinilai telah murtad keluar dari Islam. Bukan karena ia pernah transplantasi atau ganti hati tetapi karena hidayah keimanan tauhid telah dicabut dari dirinya. Apakah itu khilaf sesaat di saat usianya sudah di atas 70 tahun atau ia akan mati dalam kekafiran? Na'udzubillaahi mindzaalik. Wallaahu a'lam.

Sebagian orang, minimal penulis sendiri, lantas berpikir betapa kepintaran, wawasan yang luas, pengalaman haji dan umrah, latar belakang pendidikan dan keluarga santri, tak jamin adanya petunjuk kebenaran iman di hati. Betapa Dahlan Iskan yang cukup dikenal luas sebagai jurnalis, penulis, intelektual, mantan pejabat, juga owner surat kabar besar ini ternyata menyimpan dan mengembangkan pemikiran atheis.

Reaksi netizen dan orang-orang dekatnya, keluarganya, seakan tak  digubris. Pesan-pesan WA pun tak diresponnya. Umumnya ingin klarifikasi dan berharap yang terjadi itu kekhilafan. Harapan orang beriman yang menyayanginya mungkin tetap tak terjadi jika tak dikehendaki Allah. Dia memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya dan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya. 

Kita diberikan ibrah bagaimana seorang nabi atau rasul tak dapat memberikan hidayah. Itu adalah hak prerogatif Allah, demikian istilah yang dapat menjelaskan. Rasulullah Muhammad shalallaahu 'alayhi wassalam tak dapat membuat paman yang dikasihinya memperoleh hidayah. Demikian pula Nabiyyullah Ibrahim 'alayhi salam terhadap sang ayah. Contoh lain Nabi Nuh alayhi salam terhadap putranya tak dapat meyakinkan.  

Kita patut bersyukur atas hidayah yang Allah berikan. Kita patut bersyukur dikaruniakan kemampuan melihat yang benar dan diberikan kemampuan melaksanakannya. Kita bersyukur diberikan pengetahuan tentang yang salah dan diberikan kemampuan menghindarinya. Kita pun bersyukur diajarkan Nabi SAW doa Allaahumma a'inniy 'alaa dzikrika wasyukrika wahusniy 'ibaadatika. Ya Allah tolonglah aku untuk dapat ingat, bersyukur dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu.

Sesungguhnya yang membanggakan berupa ketenaran, kekayaan, kepintaran, pengalaman, jaringan yang luas, semua tak ada artinya dibandingkan hidayah keimanan dan keridhaan Allah Ta'ala.

Allaahumma yaamuqallibal quluub tsabbit qalbiy 'alattha'aatik. Ya Allah yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami pada agama-Mu. Allaahumma yaa musharrifal quluub sharrif quluubanaa 'alattha'aatika. Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati kami untuk taat kapada-Mu. Aamiin.

______ 

Lamongan, 13 Oktober 2024


Jumat, 04 Oktober 2024

Marissa Haque Lebih dari Kebanyakan Artis (In Memoriam))


Marissa Haque itu artis cantik tetapi tak menonjolkan kecantikannya, demikian kata teman. Wanita kelahiran 15 Oktober 1962 ini menempuh pendidikan sangat baik hingga mencapai doktor, bahkan ia lulus dari perguruan tinggi di  Amerika. Ia pernah mencoba meniti karir di politik yakni menjadi anggota DPR serta mengikuti kontestasi Pilgub. Selebihnya, di akhir masa hidupnya istri Ikang Fawzi ini lebih memilih menjadi akademisi dari pada artis atau politisi. Tak tanggung-tanggung, profesi dosen dilakoninya dengan menyandang gelar doktor dan titel Associate profesor. Terlihat di sebuah karangan bunga, pada nama ibunda Isabella dan Chika Fawzi ini dituliskanlah gelar itu , Assoc. Prof. Dr. Hj. Marissa Grace Haque. Ma sya Allah.

Remaja 80 - 90 an kebanyakan mengenalnya. Penulis sendiri merasa tak asing dengan aktris kakak dari Soraya Haque dan Shahnaz Haque ini. Sebagai keluarga artis, pasangan Ikang - Marissa relatif tak pernah mengalami sorotan pemberitaan miring, khususnya mengenai kehidupan rumah tangga. Saat Marissa sedang meneruskan studi di USA, Ikang pernah terdengar memperingatkan media agar tak  ganggu kehidupan mereka, dengan pemberitaan yang aneh-aneh. Dunia artis atau selebritis umumnya rentan dengan gosip kehidupan rumah tangga.

Di sebuah podcast atau talkshow dengan Vienna Melinda, aktris yang akrab dipanggil Icha ini dengan nada guyon tapi tegas menyatakan tidak akan membiarkan gangguan terhadap rumah tangganya, yang menurutnya merupakan perjuangan  hingga utuh sampai lebih dari 30 tahun. Saya akan menggonggong bahkan akan menggigit dengan sedikit rabies.... ujarnya sambil tertawa bersama Vienna.   Memang, berita seputar artis, celebritis, baik fakta, gosip, isu, infotainment hingga fitnah, baik di media cetak atau media elektronik  kerap kali mengganggu privasi dan ketenangan para public figure.

Marissa yang memilih selalu berhijab ini patut menjadi perhatian dan bahkan teladan. Bisa jadi, dialah aktris pertama yang berhasil menjadi guru besar atau meraih gelar profesor. Ia pun disaksikan banyak orang sebagai pribadi yang baik. Hingga jelang meninggalnya, yang tanpa sakit, ia pun tetap begitu bersemangat beraktivitas dalam kebaikan. Ia pun ternyata sempat beberapa kali berbicara tentang kematian hingga seakan berharap mati syahid. Ma sya Allah, tabarakallah.

Mungkin ada yang menganggap seorang Marissa adalah sebagaimana para selebritas umumnya, tak lebih dan tak kurang. Ternyata seiring pemberitaan kepergian selamanya meninggalkan dunia, penggemarnya, karier, para mahasiswanya dan keluarganya, seakan membuat  banyak yang terbelalak tak menduga. Ia sosok yang lebih dari yang dikenal pada umumnya. Marissa adalah wanita yang berusaha selalu belajar dan mengembangkan potensi diri. Pada  saat bersamaan ia pun ingin menjadi makmum yang baik dari suaminya serta ibu dari anak-anaknya.  Ia juga tampak giat belajar agama dan ingin menjadi hamba Allah yang tunduk.

Pada Rabu dini hari tanggal 2 Oktober 2024 Hj. Marissa Haque kembali kepada Rabb-nya. Innalillaahi wainna ilayhi raaji'uun. Sesungguhnya kita milik Allah dan sungguh kita akan kembalikepada-Nya. Allaahummaghfirlaha warhamha wa'aafihi wa'fu'anha. Allaahumma latahrimna ajraha walaataftinna ba'daha waghfirlana walaha. Aamiin.

_________ 

Lamongan, 4 Okt. 2024. 





Pilihan-pilihan Amal Terbaik

 Kepala Sekolah menanya kepada para siswa-siswi sudah berapa jauh bertadarus atau membaca Al Qur'an. Pada pembukaan Pondok Ramadhan 1446...