Pada momen Ramadhan dan Iedul Fitri, tidak sekali dua kali saat-saat tertentu menerawang, mengenang, teringat masa-masa yang telah berlalu. Muncul kesan sedih, senang, kangen, haru, ironis, sesal, lucu, harapan sampai keindahan dari segala yang telah terjadi. Masing-masing orang tentu memiliki kisah perjalanan hidup sendiri-sendiri, berbeda satu orang dengan lainnya. Yang safe adalah bila semua wasilah, jalan-jalan hidup, itu mengarah pada satu tujuan yang sama radliyallahu 'anhum waradluu'anhu. Allah ridha, rela, kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah.
Menempuh perjalanan kehidupan harus jelas dan yakin betul terhadap tujuannya. Alamat yang dituju bukan alamat palsu. Di situ dijamin tempat peristirahatan yang aman, nyaman dan merupakan balasan yang adil dari usaha baik yang dilakukan. Bahkan sejatinya yang tersedia lebih dari sekedar yang diharapkan. Di situ yang akan ditemui adalah kenikmatan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, tak pernah dilihat mata, tidak pula pernah didengar telinga, bahkan tak terbersit di hati. Jiwa-jiwa yang yakin, percaya, beriman adalah yang menyongsong harapan itu dengan keyakinan atau keimanan serta semangat yang tak terpadamkan dan bahkan siap berkorban. Banyak yang dihadapi selama perjalanan hidup. Ada tantangan yang terduga atau pun tak terduga. Ada tikungan, belokan yang membalikkan ke titik awal lagi. Atau ada pula alternatif jalan pintas yang justru mungkin malah menyesatkan.
Akhirnya, memang tak sama pola hidup, jalan hidup dan utamanya tujuan hidup dari para musafir di dunia ini. Ada yang dari kegelapan menuju terang-benderang. Sebalilknya, ada yang dari terang benderang justru menuju kegelapan dan masuk jurang kehinaan. Na'udzuoillaahi min dzaalik. Padahal, apa pun lika-liku dan dinamika perjalanan, yang terbaik adalah tetap sampai pada tujuan. Allah Maha Pengampun dan Maha Mensyukuri niat dan amal baik hamba-Nya.
_______
Lamongan, 3 Syawal 1446 H / 3 Maret 2024.
.